Pengalaman sakit di perantauan itu sangat menyiksa, sedih bercampur resah takut kesehatan makin memburuk. Saya memang sering sakit ringan semacam demam. Di kampung biasanya beberapa kali minum obat hasil racikan mantri langsung sembuh. Namun sakit di Taiwan sampai 1 minggu tidak sembuh-sembuh. benar-benar merana.
Belajar dari pengalaman itu, sekarang saya sungguh-sungguh memantau kondisi badan saya. Asal sudah mulai terasa tidak enak, ambil kunci sepeda langsung meluncur ke doktor dengan membawa kartu asuransi.
Karena sering berkunjung, doktor langganan saya itu sudah hafal keluhan yang saya bawakan. "Doktor, badan saya tidak enak, saya merasa akan sakit," kalimat itu sering saya utarakan ketika berkunjung ke kliniknya. Dia lancar dan fasih berbahasa Inggris. Jadi saya bisa langsung menumpahkan keluhan saya tanpa harus berbahasa tubuh.
Terakhir, kemarin saya berobat lagi karena perutku kembung dan terasa panas. Dia menganjurkan aku makan nasi bubur dulu dan mengurangi makan sayur yang sulit dicerna. Obat pun dikasih untuk 3 hari minum dengan biaya 100 NT.
Di akhir tatap mata, setelah memberi resep, dia bilang bahwa minum obat langsung dihentikan jika kondisi sudah membaik.
Ruang tunggu klinik langganan saya |
Obat yang harus saya minum untuk menjinakkan perut saya |
No comments:
Post a Comment