Tuesday, January 8, 2013

Bahasa Mandarin, The Tonal Language

Mungkin salah satu yang membuat saya tertarik untuk kuliah di Taiwan adalah bahasa Mandarin. Taiwan adalah salah satu tempat yang cocok untuk belajar bahasa Mandarin, karena warga Taiwan sebagian besar tidak mengerti bahasa Inggris, sehingga kesempatan untuk mempraktekkan bahasa Mandarin sangat besar di negara ini. Tidak menggunakan bahasa Mandarin berarti anda akan banyak diamnya jika berada di negara ini. :-)


Saya menemukan suatu yang beda dalam bahasa Mandarin ini  yang belum saya peroleh dalam bahasa lain sebelumnya. Nada, itulah hal baru yang saya dapatkan dalam bahasa yang "unik" ini. Ketika kita mendengar istilah "nada" pasti kita akan teringat tentang bernyanyi dan bermain musik. Benar sekali, kita tidak ubahnya seperti bernyanyi ketika mengucapkan kata-kata dalam bahasa  Mandarin.


Terus apa pentingnya nada dalam bahasa mandarin?. Jawabannya tentu jika kita salah dalam melantunkan nada ketika mengucapkan sebuah kata bahasa Mandarin, maka artinyapun akan berbeda. Contoh yang paling populer adalah kata "ma". Kata ini memiliki arti yang banyak tergantung nada yang kita gunakan. artinya bisa jadi: ibu, kuda, baik, dan mama. Karena hal ini, maka bahasa Mandarin dikenal dengan istilah "the tonal language" atau bahasa nada.


Bisa dilihat satu kata akan bermakna sangat jauh ketika diucapkan dengan nada yang berbeda. Kita tentu tidak mau salah jika kita menggunakan kata "ma" dengan maksud "ibu", tetapi karena salah melantunkan nadanya maka artinya pun akan berubah menjadi "kuda". Bisa-bisa durhaka terus dikutuk jadi barongsai. :-D.


Saya juga tidak luput dari kesalahan itu. Beberapa hari yang lalu saya salah melantunkan nada pada sebuah nama orang. Namanya "Yanji Ting" atau dalam karakter Mandarin ditulis dengan 顏季庭. Saya mengucapkannya dengan nada datar saja sebagaimana bahasa Indonesia, kemudian saya diingatkan untuk mengucapkan dengan nada yang benar. Kata "Yanji Ting" kalau diucapkan dengan nada datar saja maka artinya menjadi "ayam yang dipotong-potong. :-D


Mungkin teman-teman masih bingung dan masih berada di awang-awang tentang pengucapan nada dalam bahasa Mandarin. Nah, video di bawah ini mungkin bisa menjadi jawabannya tentang bagaimana nada-nada diterapkan dalam bahasa Mandarin.


[youtube http://www.youtube.com/watch?v=jEHVLuhQ9aU&w=420&h=315]


(Video penggunaan nada dalam bahasa Mandarin. Arah panah di bawah tulisan percakapan adalah lambang nada yang harus diikuti. Sumber: www.youtube.com)


Saya baru belajar bahasa Mandarin dua kali pertemuan. Untuk setiap pertemuan berdurasi dua jam. Kalau ditanya apakah memadai dengan hanya waktu dua jam perminggu untuk belajar Mandarin?, jawabannya tentu tidak. Tetapi minimal dengan waktu yang sedikit itu saya sudah bisa menangkap filosofi tentang bahasa ini.


Saya yakin jika kita sudah mengerti filosofinya kita akan mudah untuk belajar sendiri bahasa-bahasa apapun, termasuk bahasa Mandarin ini. Walaupun kita tetap membutuhkan pendampingan untuk mengingatkan jika kita salah dalam menggunakan kata-kata dan nada.


Saya baru tadi mengetahui mengapa bahasa Mandarin membutuhkan nada dalam pengucapannya setelah dijelaskan oleh guru bahasa Mandarin saya. Kata-kata dalam bahasa Mandarin hanya terdiri dari 1 suku kata. Seperti kata "mi" misalnya, dibutuhkan nada sebagai pembeda agar kata "mi" tersebut bisa digunakan untuk arti-arti yang lain. Sehingga dengan hanya satu kata "mi", maka artinya bisa menjadi: meter (米 ), penggemar (迷), penutup (密), rahasia (秘), dan juling (眯). Sekarang jelas sekali manfaat nada dalam bahasa Mandarin. Kuncinya adalah katanya sama, tetapi jika diucapkan dengan nada berbeda maka artinya juga akan berbeda jauh.


Mungkin karena ini kali ya?, ketika pertama saya menginjak kaki di Taiwan, saya mendengar pembicaraan orang kok serasa kata-kata yang digunakan itu-itu saja. Ternyata ketika sudah mempelajari bahasa Mandarin terungkap sudah bahwa kata-kata dalam bahasa Mandarin mungkin saja berulang-ulang tapi dengan nada yang berbeda. Sehingga bukan arti yang sama. :-)


Terus kenapa bahasa Inggris dan Indonesia tidak membutuhkan nada. Jelas kita tidak perlu nada untuk kedua bahasa tersebut, karena bahasa tersebut memiliki suku kata yang banyak. Misalnya ambil saja contoh yang di atas:




  1. meter

  2. penggemar

  3. menutup

  4. rahasia

  5. juling


dari suku kata di atas jelas kita sudah bisa membedakannya tanpa perlu nada. Tetapi bagaimana untuk bahasa Mandarin untuk kelima kata di atas hanya disebutkan dengan satu suku kata, yaitu "mi". Maka oleh karena itu, bahasa Mandarin membutuhkan nada untuk membedakannya yang mana "mi"  untuk arti meter, dan yang mana "mi" untuk arti penggemar, dan seterusnya. :-)


Ini adalah ilmu baru yang saya peroleh dari guru Mandarin saya di kampus National Kaohsiung University of Applied Sciences. Namanya adalah Prof. Lan-Hsin Chang, beliau asli orang Taiwan. Beliau lulusan jurusan linguistik di Amerika, sehingga beliau sangat mengetahui kesulitan-kesulitan orang asing dalam mengucapkan kata-kata Mandarin.


Mandarin-taiwan(Gambar 1. Guru bahasa Mandarin saya di National Kaohsiung University of Apllied Sciences, Prof. Lan-Hsin Chang. Sumber: Koleksi pribadi)


Dengan latar belakang linguistik beliau bisa menekankan bagaimana caranya agar kami mudah mengucapkan simbol-simbol phonetik Mandarin baik konsonan (bunyi huruf mati) maupun vokal (bunyi huruf hidup) dengan cara mencontohkan kata-kata bahasa Inggris yang pengucapannya hampir sama dengan Mandarin.


Insya Allah setelah dua kali pertemuan dengan beliau saya sudah lumayan mengerti dan terarah untuk mempelajari bahasa Mandarin. Sehingga tidak salah dalam belajar. Mana yang harus dimulai dulu dan mana yang harus dipelajari belakangan. :-)


Semoga bermanfaat, salam buat teman semuanya, salam sukses dari Kaohsiung Taiwan. :-)

No comments:

Post a Comment